Pages

Rumput Laut Cepat Turunkan Berat Badan, Tapi Orang Tak Tahan dengan Rasanya

 

Jakarta, Sebuah studi baru menyatakan bahwa minum suplemen yang berbasis serat rumput laut setiap hari sebelum makan dapat membantu orang untuk menurunkan berat badannya. Tapi diet ini hanya akan berhasil jika Anda dapat mentoleransi rasa suplemen ini yang tidak enak.

Lebih dari seperlima orang yang mengonsumsi suplemen berbasis rumput laut berhenti di tengah jalan karena tidak lagi dapat mentoleransi efek rasa suplemen, tekstur dan efek sampingnya.

"Para peneliti telah meneliti potensi rumput laut sebagai penekan nafsu makan, tetapi belum ada yang dapat membuat suplemen ini memiliki rasa yang enak," kata Dr Arne Astrup, seorang peneliti dari University of Copenhagen, seperti dilansir dari msn, Kamis (14/6/2012).

Sebelumnya suplemen berbasis rumput laut sedikit berlendir dan memiliki rasa amis. Suplemen baru yang digunakan dalam penelitian ini juga memiliki rasa dan tekstur yang kurang menyenangkan dan masih butuh banyak perbaikan.

Suplemen ini didasarkan pada alginat ekstrak rumput laut dan bahan umum dalam makanan seperti sup dan jeli. Bahan tersebut juga semakin banyak digunakan oleh industri yang mengeluarkan produk penurunan berat badan sebagai penekan nafsu makan.

Suplemen rumput laut tersebut dikemas dalam bentuk bubuk. Cara mengonsumsinya adalah dengan mencampurkan bubuk suplemen dengan air kemudian diminum, alginat akan mengembang di perut membentuk gel tebal yang akan membuat Anda tetap kenyang.

"Gel ini benar-benar menyerupai puding yang akan berlangsung di dalam perut selama berjam-jam, secara bertahap akan merendahkan nafsu makan dan menurunkan berat badan Anda," kata Astrup.

Para peneliti melakukan penelitian secara acak terhadap 96 orang dengan usia 20-55 tahun yang umumnya sehat tapi gemuk. Peserta penelitian tersebut dibagi ke dalam dua kelompok.

Satu kelompok diberi paket suplemen rumput laut yang mengandung 15 gram serat, dan yang lainnya diberi minuman plasebo yang bebas rumput laut. Baik suplemen rumput laut dan minuman plasebo memiliki jumlah kalori yang hampir sama.

Selama tiga bulan, peserta studi meminum suplemen rumput laut yang dilarutkan dengan dua gelas air, 30 menit sebelum makan. Peserta juga diberitahu untuk mengurangi asupan kalori harian.

Pada akhir penelitian, orang yang mengonsumsi suplemen rumput laut, rata-rata kehilangan 15 pon dibandingkan dengan kelompok plasebo yang kehilangan 11 pon berat badan. Tetapi ada sekitar 16 peserta studi yang menyerah untuk melanjutkan studi tersebut sampai akhir.

Ternyata penelitian ini juga mempengaruhi tekanan darah sistolik peserta penelitian yang turun rata-rata hampir enam poin pada kelompok plasebo selama 12 minggu masa studi. Sedangkan peserta yang mengonsumsi suplemen rumput laut, tekanan darah sistoliknya meningkat satu hingga dua poin.

Menurut para peneliti, kandungan natrium yang lebih tinggi dari minuman alginat, sebanyak 1 gram atau sekitar setengah sendok teh dapat mengimbangi potensi tekanan darah yang mengurangi efek dari suplemen. Hal ini cukup tinggi karena The American Heart Association merekomendasikan bahwa orang dewasa hanya memerlukan asupan natrium sebanyak 1,5 gram per harinya.

Lima orang yang mengonsumsi suplemen rumput laut meninggalkan studi karena memiliki masalah dengan perut kembung, mual dan diare karenanya. Sedangkan dua orang yang mengonsumsi plasebo juga meninggalkan studi karena memiliki masalah yang sama.

"Alginat terdiri dari beberapa jenis, jadi triknya adalah bagaimana menemukan alginat yang tepat dalam dosis yang tepat. Hanya mengandalkan perasaan kurang lapar karena suplemen ini tidak akan membuat Anda kehilangan berat badan kecuali diimbangi dengan pembatasan kalori," kata Richard Mattes, peneliti yang telah mempelajari pengaruh serat alginat pada nafsu makan dari Purdue University di West Lafayette, Indiana.

"Kelompok riset bekerja menemukan suplemen baru yang menggunakan alginat 80 persen lebih sedikit, dengan natrium yang juga lebih sedikit, rasa lebih baik dan memiliki sedikit efek samping daripada suplemen rumput laut saat ini," Astrup. Penelitian ini dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition.


 

0 komentar:

Posting Komentar